Sumbar

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Duel Iberia Panas, Ronaldo Tantang Generasi Emas La Roja Lamine Yamal

Yupi | 5 Juli 2026, 22:07 WIB
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Duel Iberia Panas, Ronaldo Tantang Generasi Emas La Roja Lamine Yamal
Pemain Tim Nasional Spanyol saat merayakan salah satu gol yang mereka cetak ke gawang Arab Saudi di Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026). X/SEFutbol

Sumbar.akurat.co – Portugal akan menghadapi Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dalam laga bertajuk Derbi Iberia yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling ditunggu pecinta sepak bola.

Pertandingan Portugal akan mengandalkan kombinasi pengalaman Cristiano Ronaldo dengan kreativitas Bruno Fernandes dan Vitinha, sedangkan Spanyol datang dengan generasi muda yang tengah bersinar, dipimpin Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri.

Pertandingan ini juga menjadi ajang balas dendam bagi Spanyol setelah kalah adu penalti dari Portugal pada final UEFA Nations League 2025.

Dengan tiket perempat final menjadi taruhan, laga dipastikan berlangsung ketat sejak menit pertama.

Analisa Pertandingan

Jika melihat performa sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol tampil lebih meyakinkan dibanding Portugal. Tim asuhan Luis de la Fuente belum sekalipun kebobolan hingga babak 16 besar.

Mereka tampil dominan saat menghancurkan Austria 3-0 pada babak 32 besar dan kini membawa modal rekor 34 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang.

Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Inggris 6 Juli 2026: Harry Kane Tantang El Tri Rebut Tiket Perempat Final

Kekuatan terbesar Spanyol berada di lini tengah. Kehadiran Rodri sebagai jangkar membuat permainan La Roja sangat stabil. Gelandang Manchester City itu piawai mengatur tempo, memutus serangan lawan, sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan depan.

Di depannya, Pedri menjadi motor kreativitas. Visi bermain, kemampuan melepas umpan vertikal, serta mobilitas tinggi membuat pemain Barcelona tersebut menjadi salah satu playmaker terbaik di turnamen ini.

Sementara itu, Lamine Yamal kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain muda terbaik dunia.

Kecepatan, dribel, dan keberanian melakukan duel satu lawan satu membuat sisi kanan serangan Spanyol sangat berbahaya.

Namun, Yamal diprediksi akan menghadapi ujian terberatnya ketika berhadapan dengan Nuno Mendes.

Bek kiri Portugal itu dianggap sebagai salah satu bek yang paling sukses meredam permainan Yamal dalam beberapa pertemuan terakhir, termasuk di final UEFA Nations League tahun lalu.

Di kubu Portugal, Roberto Martinez masih mengandalkan perpaduan pemain senior dan generasi baru. Meski lolos ke babak 16 besar usai mengalahkan Kroasia 2-1, performa Selecao das Quinas dinilai belum benar-benar konsisten.

Sepanjang turnamen, Portugal sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan ketika menghadapi DR Kongo dan Kolombia.

Bahkan, kemenangan atas Kroasia baru dipastikan pada menit-menit akhir pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas lini depan Portugal masih menjadi pekerjaan rumah.

Meski demikian, Portugal tetap memiliki sederet pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Cristiano Ronaldo memang tidak lagi berada pada puncak kariernya, tetapi naluri mencetak gol dan pengalamannya di laga-laga besar tetap menjadi ancaman.

Di belakang Ronaldo terdapat Bruno Fernandes yang menjadi ancaman utama serangan Portugal. Gelandang Manchester United tersebut memiliki kemampuan mengirim umpan terobosan dan tendangan jarak jauh yang sangat berbahaya.

Portugal juga memiliki Vitinha dan Joao Neves yang mampu menjaga penguasaan bola sekaligus membantu transisi menyerang. Sementara di sektor sayap, Rafael Leao menawarkan kecepatan yang dapat merepotkan pertahanan Spanyol.

Lini belakang Portugal akan bergantung pada Ruben Dias dan Nuno Mendes. Keduanya dituntut tampil sempurna untuk menghentikan kombinasi cepat yang dibangun Pedri, Dani Olmo, hingga Lamine Yamal.

Sebaliknya, Spanyol memiliki pertahanan paling solid di turnamen ini. Unai Simon belum sekalipun memungut bola dari gawangnya sepanjang Piala Dunia 2026.

Duet Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil disiplin, sementara Marc Cucurella dan Pedro Porro aktif membantu serangan dari kedua sisi lapangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yupi
Y
Editor
Yupi