Sumbar

Hari Santri: Mambangkik Batang Tarandam, Menghidupkan Bahasa Arab sebagai Bahasa Ilmu

Ferdinan | 22 Oktober 2026, 08:30 WIB
Hari Santri: Mambangkik Batang Tarandam, Menghidupkan Bahasa Arab sebagai Bahasa Ilmu
Dr. H. Arman Husni, Lc., M.A/ Pakar bahasa arab/ Dosen Bahasa Arab UIN Bukittinggi

Sumbar.akurat.co Di ruang belajar pesantren, sebaris kitab bisa ditelaah berlama-lama. Harakat diperiksa, kedudukan kata diperdebatkan, makna ditimbang. Dari kebiasaan itulah santri belajar teliti dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu. Ketekunan ini modal besar untuk memasuki dunia ilmu pengetahuan.

Bayangkan jika ketekunan yang sama digunakan untuk membaca tulisan berbahasa Arab tentang perubahan iklim, kesehatan, atau teknologi pangan. Santri tidak hanya menerjemahkan, tetapi juga memeriksa gagasan, mengajukan pertanyaan, lalu menulis tanggapannya sendiri. Sudahkah pendidikan bahasa Arab kita menyediakan ruang belajar seperti itu?

Pertanyaan itu patut diajukan pada Hari Santri, 22 Oktober. Kita kerap mengenang keberanian santri mempertahankan negeri. Kini, keberanian itu dibutuhkan pula di lapangan ilmu: memperluas bacaan dan menjadikan bahasa Arab sarana untuk berpikir, bukan sekadar menghafal kaidah.

Orang Minangkabau mengenal ungkapan mambangkik batang tarandam, mengangkat kembali sesuatu yang bernilai tetapi lama terpendam. Dalam pendidikan Islam, batang yang perlu diangkat ialah keberanian ulama membaca kebutuhan zamannya.

Baca Juga: Susunan Upacara Hari Santri Nasional 2026 Lengkap, Cek 17 Urutan Acaranya!

Mambangkik Batang Tarandam

Jejak itu terlihat di Padang Japang, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengajian Surau Gadang yang dirintis Syekh Abdullah pada 1854 kemudian berkembang melalui pembaruan Syekh Abbas Abdullah. Ruang belajar yang semula bertumpu pada halaqah mulai mengenal sistem kelas dan cakupan pelajaran yang lebih luas. Lembaga ini kelak dikenal sebagai Darul Funun El-Abbasiyah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan