Tampil di Festival Literasi Lima Puluh Kota, Penulis Hasbunallah Haris Ajak Pemuda Kenali Sejarah

sumbar.akurat.co —Lima Puluh Kota - Rangkaian acara Festival Literasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lima Puluh Kota resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026).
Penutupan festival yang telah berlangsung sejak 20 Oktober tersebut dimeriahkan dengan agenda seminar kepenulisan.
Mengusung tema “Tulisan Yang Bertualang: Ketika Sejarah Bisa Bicara”, acara ini digelar di pelataran Gedung Perpusda Lima Puluh Kota.
Seminar ini menghadirkan penulis novel fiksi sejarah kenamaan, Hasbunallah Haris, sebagai narasumber utama.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh sekitar 100 orang peserta yang datang dari berbagai kalangan.
Peserta yang memadati area seminar terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan pekerja.
Acara edukatif ini dipandu dengan apik oleh Rahma, salah seorang staf Perpusda Lima Puluh Kota, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Haris membagikan kisah dan pengalaman masa kecilnya yang turut membentuk karakternya saat ini.
Pengalaman tersebut diakuinya menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya sebagai seorang penulis novel beraliran fiksi sejarah.
Haris turut membahas dua karya monumentalnya yang meledak di pasaran dan digemari pembaca hingga kini.
Kedua novel tersebut adalah Leiden (2020-1920) yang diterbitkan oleh Gramedia, serta Bangkol (2024-1934) terbitan Mizan.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi, di mana banyak yang menanyakan resep rahasia dalam menulis karya yang berkualitas.
Merespons hal tersebut, Haris menekankan bahwa kemampuan menulis sangat bergantung pada latihan yang konsisten dan jam terbang.
Menutup sesinya, Haris menitipkan pesan moral yang mendalam bagi generasi muda di tengah arus modernisasi.
Ia mengajak para pemuda untuk terus merawat rasa penasaran terhadap lembaran sejarah Indonesia.
Menurutnya, menggali dan memahami sejarah adalah langkah fundamental bagi generasi muda untuk menemukan jati diri bangsa sesungguhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hari Santri: Mambangkik Batang Tarandam, Menghidupkan Bahasa Arab sebagai Bahasa Ilmu
- 2Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Selidiki Pelaku
- 3Tampil di Festival Literasi Lima Puluh Kota, Penulis Hasbunallah Haris Ajak Pemuda Kenali Sejarah
- 4Tampil di Festival Literasi Lima Puluh Kota, Penulis Hasbunallah Haris Ajak Pemuda Kenali Sejarah
- 5Hari Santri: Mambangkik Batang Tarandam, Menghidupkan Bahasa Arab sebagai Bahasa Ilmu





