Sumbar

Gandeng KNPI Lima Puluh Kota, Dekopin Sumbar Ajak Pemuda Bedah Arah Baru Koperasi Nasional

Iqbal Rizkyka | 30 Juli 2026, 23:02 WIB
Gandeng KNPI Lima Puluh Kota, Dekopin Sumbar Ajak Pemuda Bedah Arah Baru Koperasi Nasional
Ngobrol Bareng Dekopin / Akurat.co

sumbar.akurat.co— Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Sumatra Barat menjalin kolaborasi strategis dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan agenda diskusi bertajuk ”NGOPI BARENG: Bincang Koperasi Bersama Dekopin Sumbar” pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan edukatif ini dilangsungkan di Coffee Shop SORA, kawasan SMA Negeri 1 Danguang-Danguang, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Forum ini berhasil menjadi ruang titik temu yang produktif antara pengurus gerakan koperasi dengan kalangan generasi muda setempat.

Fokus utama perbincangan adalah untuk membedah sekaligus mengawal arah baru perekonomian nasional yang digagas oleh pemerintah pusat.

Agenda ini menghadirkan narasumber utama, yakni Ketua Dekopin Sumbar Gun Sugianto serta PMO KDKMP Sumbar Riko Andrian Putra.

Turut hadir memberikan pandangan mewakili generasi muda, Ketua Umum DPD KNPI Kabupaten Lima Puluh Kota, Haekal Hamdany.

Haekal menyampaikan bahwa diskusi ini sengaja dirancang untuk mempertemukan pandangan serta keresahan pemuda di daerah dengan pemangku kebijakan perkoperasian.

“Ini menjadi ruang titik temu bagi anak-anak muda di Lima Puluh Kota terkait gagasan koperasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo,” ujar Haekal usai acara.

Founder Sakola Alam Harau itu menjelaskan, diskusi ini menjadi wadah penyampaian berbagai catatan dan realita lapangan kepada pengurus Dekopin.

Dekopin dinilai memiliki peran krusial karena selama ini bertugas langsung dalam membina dan mengawasi jalannya koperasi di wilayah Sumatra Barat.

Acara ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi penting untuk membedah ide, inti, dan cita-cita dari visi besar perkoperasian nasional.

Alumnus UGM tersebut berharap tindak lanjut dari pertemuan ini tidak hanya sekadar berhenti pada wacana di meja diskusi semata.

Ia mendesak agar pencerahan dari diskusi ini memicu peran aktif pemuda untuk lebih kritis mengawasi dan mengoreksi jalannya koperasi di daerah masing-masing.

Antusiasme tinggi juga tampak dari para peserta diskusi yang hadir dari berbagai kalangan masyarakat dan pemuda setempat.

Salah seorang peserta, Fauzi Basri, secara terbuka mengapresiasi hadirnya ruang-ruang diskusi publik mengenai isu ekonomi kerakyatan di tingkat lokal tersebut.

”Acara tadi berlangsung dengan baik, hitung-hitung menambah pengetahuan saya soal adanya organisasi bernama Dekopin,” kata Fauzi.

Fauzi menilai keberadaan ruang diskusi inklusif dan terbuka seperti ini sangat krusial untuk terus dihidupkan di tengah masyarakat daerah.

”Sejatinya ruang publik guna membahas gagasan seperti ini perlu, dan bahkan sangat perlu untuk terus diperbanyak,” pungkas Fauzi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.