Sumbar

Selamatkan Aset Negara, Pemko Bukittinggi Segera Pagar Kawasan Pasar Banto Pekan Ini

Iqbal Rizkyka | 27 Mei 2026, 06:00 WIB
Selamatkan Aset Negara, Pemko Bukittinggi Segera Pagar Kawasan Pasar Banto Pekan Ini
Pasar Banto sebelum dipagar/ tiktok : @Bukittinggi_gemilang

akurat.sumbar.co — Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi bersiap mengambil langkah tegas terkait status kawasan Pasar Banto.

Rencananya, penertiban berupa pemagaran area pasar tersebut akan langsung dieksekusi pada pekan ini.

Kepastian ini disampaikan oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, seusai menggelar jumpa pers terkait peringatan satu abad Jam Gadang di Rumah Dinas Wali Kota, kawasan Belakang Balok, Selasa (26/5/2026) sore.

Ramlan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sekadar memagar, tetapi juga telah mengutus sejumlah staf untuk berdialog dengan perwakilan PT Citicon.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengurai dan menuntaskan polemik pengelolaan Pasar Banto.

"Dalam minggu ini kawasan tersebut akan kami pagar. Langkah ini mutlak dilakukan agar pemerintah dapat kembali menguasai aset milik negara sebelum nantinya dimanfaatkan secara optimal," tegas Ramlan kepada awak media.

Ia menjelaskan, pengambilalihan aset ini merupakan jalan keluar strategis untuk membereskan masalah piutang di masa lalu.

Baca Juga: Breaking News: DPP IKM Resmi Laporkan Abu Janda ke Bareskrim soal Ucapan “Sumbar Barbar”

Terlebih lagi, Pemko Bukittinggi tengah berupaya merampungkan kewajiban dengan pihak Citicon, di mana dana sekitar Rp7 miliar disebut telah diselesaikan.

Langkah pemagaran ini dinilai sangat krusial agar kawasan strategis tersebut tidak dibiarkan terbengkalai.

Selain itu, upaya ini dilakukan untuk menepis anggapan miring bahwa pemerintah daerah seolah-olah hanya menikmati hasil pembangunan tanpa mau memperjelas status pengelolaannya secara hukum.

Seiring dengan agenda pengambilalihan aset, Pemko Bukittinggi memastikan nasib para pedagang yang selama ini beraktivitas di Pasar Banto tetap diperhatikan. Skema penataan dan relokasi pun telah disiapkan secara matang.

Saat ini, mayoritas pedagang kios telah diarahkan untuk menempati area Pasar Atas.

Guna meringankan beban masa transisi, pemerintah daerah bahkan memberikan insentif khusus bagi mereka.

"Bagi pedagang baru yang direlokasi ke Pasar Atas, kami berikan fasilitas gratis biaya sewa selama enam bulan. Sementara itu, untuk para penyedia jasa jahit, seluruhnya sudah kami fasilitasi pindah ke Pasar Putih," beber Ramlan.

Adapun bagi para pedagang sayur-mayur, pemerintah menyarankan mereka untuk segera mengisi lapak-lapak serta kios yang masih banyak kosong di kawasan Pasar Bawah.

Melalui penataan yang komprehensif ini, Pemko Bukittinggi berharap roda perekonomian dan aktivitas jual beli dapat berjalan lebih rapi dan tertib.

Di sisi lain, pemanfaatan aset-aset daerah pada akhirnya bisa dikelola secara maksimal demi menggerakkan ekonomi masyarakat luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.