Sumbar

Buntut Pemberitaan Tambang Tak Berimbang, Ribuan Warga Geruduk Mapolres Sijunjung

Iqbal Rizkyka | 8 Juni 2026, 10:43 WIB
Buntut Pemberitaan Tambang Tak Berimbang, Ribuan Warga Geruduk Mapolres Sijunjung
Polres Sijunjung/ Polres Sijunjungg

akurat.sumbar.co — Sijunjung, Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sijunjung didatangi oleh ribuan warga yang berasal dari berbagai kecamatan pada Minggu (7/6/2026) malam. Aksi pengerahan massa ini dipicu oleh keresahan terhadap pemberitaan aktivitas pertambangan yang dinilai tidak berimbang, serta buntut dari insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Insiden tersebut bermula sekitar pukul 17.40 WIB di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII. Korban diketahui bernama Jonni, atau yang dikenal dengan sebutan Joni Mapikor, sosok yang selama ini aktif menyoroti dan membagikan informasi terkait aktivitas pertambangan di Sijunjung melalui media daring dan media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jonni saat itu tengah bersilaturahmi ke kediaman salah seorang warga setempat. Mengetahui kehadirannya, sejumlah masyarakat yang merasa keberatan dan tersudutkan oleh narasi pemberitaan terkait tambang langsung mendatangi lokasi.

Situasi yang memanas kemudian berujung pada dugaan tindak penganiayaan terhadap Jonni, serta perusakan satu unit mobil Toyota Rush berwarna putih miliknya. Insiden ini disebut-sebut sebagai puncak dari akumulasi kekecewaan warga terhadap informasi yang beredar mengenai aktivitas pertambangan rakyat di wilayah tersebut.

Mendapat laporan adanya keributan, personel Polres Sijunjung bergerak cepat mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke Mapolres guna menghindari amuk massa yang lebih luas.

Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, gelombang massa dari Kecamatan Koto VII, IV Nagari, Sijunjung, Kupitan, dan Tanjung Gadang ikut bergerak mendatangi Mapolres. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut klarifikasi atas pemberitaan yang dianggap tidak akurat dan merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan.

Menyikapi eskalasi massa, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., bersama jajaran utama segera memfasilitasi ruang dialog. Pihak kepolisian mempertemukan perwakilan masyarakat dengan Jonni untuk mencari titik terang. Dalam pertemuan itu, warga mendesak agar informasi yang keliru segera ditinjau dan diklarifikasi.

Menanggapi tuntutan warga, Jonni menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila informasi yang disampaikannya selama ini memicu keresahan atau menyinggung perasaan masyarakat. Ia juga berkomitmen untuk melakukan klarifikasi atas informasi yang menjadi keberatan warga.

Terkait insiden dugaan penganiayaan dan perusakan mobil, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai. Jonni selaku korban, bersama Wali Nagari Limo Koto, Ketua KAN Limo Koto, serta tokoh masyarakat dari Jorong Aur Gading dan Batu Gandang yang mewakili warga, setuju menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui musyawarah.

Dalam arahannya, Kapolres Sijunjung menegaskan bahwa pihaknya memahami aspirasi warga dan berjanji akan menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait. Kendati demikian, ia mengingatkan agar seluruh aktivitas masyarakat dan penyampaian aspirasi tetap tunduk pada koridor hukum yang berlaku.

Setelah proses mediasi membuahkan kesepakatan yang saling menguntungkan, massa akhirnya menerima hasil musyawarah dan membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 23.15 WIB. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Sijunjung dipastikan kembali kondusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.