Sumbar

IAEI Sumbar dan Bank Indonesia Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Halal

Ferdinan | 26 Oktober 2026, 10:28 WIB
IAEI Sumbar dan Bank Indonesia Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Halal
Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)

Sumbar.akurat.co Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Sumatera Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat akan menggelar seminar internasional tentang pengembangan ekonomi pesantren dan pariwisata halal pada Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, pukul 08.00–16.30 WIB, sekaligus menjadi momentum pelantikan pengurus IAEI Sumatera Barat periode 2026–2031 serta pengurus komisariat kampus.

Seminar mengangkat tema “Dari Aset Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Pariwisata Halal Berkelas Internasional”. Pembahasannya diarahkan pada cara mengelola aset pesantren agar tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga dapat menopang kegiatan usaha dan membuka lapangan kerja.

Panitia mencatat bahwa terdapat 301 pesantren di Sumatera Barat. Potensi yang dimiliki mencakup lahan, sumber daya manusia, jaringan alumni, serta kegiatan perdagangan dan jasa. Namun, pengembangannya membutuhkan akses pembiayaan, tata kelola usaha, dan kemitraan yang lebih luas.

Baca Juga: Dishub Padang Kembangkan Parkir Digital untuk Tertibkan Antrean Truk Isi BBM di SPBU

Sejumlah pembicara dijadwalkan hadir. Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Rifki Ismal, akan membahas peran pembiayaan syariah dan wakaf produktif dalam mendukung usaha pesantren.

Fauziah Fauzan El Muhammady dari Diniyah Puteri Padang Panjang akan mengulas model bisnis pesantren yang berkelanjutan, mulai dari pemetaan aset, pengembangan unit usaha, hingga pemasaran.

Materi bertajuk “Halal Tourism: International Best Practices” akan disampaikan oleh Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D., Sekretaris Jenderal DPP IAEI. Pembahasan akan menyoroti praktik terbaik pengembangan pariwisata halal di berbagai negara, standar pelayanan wisatawan Muslim, serta peluang Sumatera Barat memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar wisata internasional.

Narasumber lainnya, Mirna Rafki, bergabung dalam rangkaian diskusi. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dijadwalkan menyampaikan paparan utama pada pembukaan seminar.

Kegiatan juga menempatkan sektor wisata sebagai pasar bagi produk-produk pesantren. Selain makanan halal dan oleh-oleh, peluang itu juga mencakup layanan perjalanan, akomodasi, serta pengalaman wisata berbasis budaya lokal. Untuk masuk ke rantai usaha tersebut, pesantren perlu menyiapkan produk unggulan, standar layanan, serta jejaring dengan operator perjalanan agar dapat menjangkau wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Panitia menargetkan 300 peserta, antara lain pimpinan pesantren, pengurus IAEI, perwakilan pemerintah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, industri pariwisata, mahasiswa, dan organisasi masyarakat.

Selain paparan narasumber, seminar akan diisi dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab. Setelah itu, pengurus IAEI dijadwalkan mengikuti pra-rapat kerja untuk menyusun rancangan program untuk masing-masing bidang.

Melalui pertemuan ini, panitia berharap muncul rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, khususnya untuk mempertemukan pesantren dengan lembaga pembiayaan, pelaku industri halal, dan jaringan pariwisata.

Kerja sama tersebut dinilai penting agar potensi ekonomi pesantren dapat tumbuh menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai tujuan wisata ramah Muslim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan