IMLA Sumbar 2026-2030 Dilantik, Mahyeldi Dorong Penguatan Bahasa Arab

Sumbar.akurat.co - Pengurus Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat periode 2026-2030 resmi dilantik di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026). Pelantikan dirangkai dengan Seminar Nasional Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA).
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong pengurus IMLA Sumbar memperkuat pembelajaran dan pengembangan bahasa Arab di daerah.
Mahyeldi juga menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai IMLA memiliki ruang untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Cinema Gedung S UIN Bukittinggi itu juga dihadiri Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Silfia Hanani, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Junaidi, Ketua IMLA Indonesia Uril Bahruddin, serta Siti Shalihah sebagai narasumber.
Peserta berasal dari kalangan dosen, pengurus dan anggota MGMP Bahasa Arab, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab jenjang sarjana, serta mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Arab.
Baca Juga: Dari Parabuang ke Gluten-Free: Saatnya Kudapan Nusantara Naik Kelas
Rektor UIN Bukittinggi Silfia Hanani mengatakan keberadaan organisasi profesi seperti IMLA dapat mempertemukan perguruan tinggi dengan para pengajar bahasa Arab yang bekerja langsung di lembaga pendidikan.
"Kita berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, para pengajar bahasa Arab dan organisasi IMLA dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab," kata Silfia.
Menurutnya, pengembangan bahasa Arab tidak cukup berhenti di ruang kuliah. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga dapat menjadi jalur kerja sama antara kampus dengan organisasi profesi.
Zubaidah Pimpin IMLA Sumbar
Dalam rangkaian acara tersebut, Zubaidah resmi dilantik sebagai Ketua IMLA Sumatera Barat periode 2026-2030 bersama jajaran pengurus lainnya.
Zubaidah mengatakan kepengurusan baru akan mendorong IMLA menjadi ruang bertemu bagi para pengajar bahasa Arab di Sumatera Barat. Organisasi itu diarahkan untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi pengajar.
Kerja sama dengan perguruan tinggi, madrasah dan lembaga pendidikan juga menjadi perhatian kepengurusan IMLA Sumbar.
Bagi Zubaidah, jejaring tersebut penting karena pengembangan pembelajaran bahasa Arab melibatkan banyak pihak dengan kebutuhan yang berbeda, mulai dari guru, dosen hingga mahasiswa calon pendidik.
Seminar Perkuat Jejaring Pengajar Bahasa Arab
Pelantikan pengurus IMLA Sumbar digelar bersamaan dengan Seminar Nasional S2 Pendidikan Bahasa Arab. Ketua IMLA Indonesia Uril Bahruddin dan Siti Shalihah hadir sebagai narasumber.
Seminar mempertemukan mahasiswa, dosen dan pengajar bahasa Arab untuk membahas pengembangan pembelajaran sekaligus tantangan pendidikan bahasa Arab di tengah perubahan kebutuhan peserta didik.
Bagi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Bukittinggi, pertemuan tersebut juga membuka ruang lebih luas untuk menghubungkan kegiatan akademik di kampus dengan pengalaman para pengajar di sekolah dan madrasah.
Kepengurusan IMLA Sumatera Barat yang dipimpin Zubaidah akan menjalankan masa bakti hingga 2030. Selama periode tersebut, organisasi profesi ini diarahkan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan serta mendorong peningkatan kompetensi pengajar bahasa Arab di Sumatera Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






