Sumbar

Pilwana Padang Pariaman 2026: Dua Putra-Putri Terbaik Ukir Sejarah Kabupaten Padang Pariaman

Ferdinan | 29 Juni 2026, 09:06 WIB
Pilwana Padang Pariaman 2026: Dua Putra-Putri Terbaik Ukir Sejarah Kabupaten Padang Pariaman
Dua tokoh baru mencatat sejarah pada Pilwana Serentak 2026 Padang Pariaman. Dewi menjadi wali nagari perempuan pertama, sementara Ahmad Ikbal sebagai wali nagari termuda untuk periode 2026–2034. FB/Bang Narko

Sumbar.akurat.co - Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kabupaten Padang Pariaman mencatatkan sejarah baru dengan terpilihnya Dewi Ramayanti sebagai wali nagari perempuan pertama dan Ahmad Ikbal sebagai wali nagari termuda.

Sejarah baru ini terjadi setelah Pilwana Serentak yang di gelar di seluruh nagari se-Kabupaten Padang Pariaman pada hari Sabtu (27/6/2026).

Berdasarkan hasil Pilwana, Dewi yang maju dengan nomor urut tiga berhasil memperoleh 230 suara, capaian tersebut merupakan suara tertinggi dibanding dua kandidat lain yang ikut bertarung dalam pemilihan di nagari tersebut.

Kemenangan Dewi menjadi perhatian karena membuka babak baru kepemimpinan perempuan di tingkat nagari di Padang Pariaman.

Sejak perubahan sistem pemerintahan dari desa menjadi nagari, belum pernah ada perempuan yang berhasil memenangkan kontestasi dan memimpin pemerintahan nagari.

Perempuan kelahiran Padang Bungo, 31 Juli 1988 itu bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan Nagari Koto Dalam Selatan.

Nagari Koto Dalam Selatan sendiri merupakan nagari pemekaran dari Nagari Koto Dalam yang berdiri sekitar sembilan tahun terakhir.

Dalam proses pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan nagari tersebut, Dewi telah menjadi bagian dari perangkat pemerintahan yang menjalankan sejumlah fungsi strategis.

Pengalaman itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya.

Dukungan dari berbagai unsur masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, niniak mamak hingga kelompok pemuda disebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat langkah Dewi menuju kursi wali nagari.

Bagi masyarakat Koto Dalam Selatan, kepemimpinan yang memahami kondisi riil nagari dinilai menjadi kebutuhan utama untuk melanjutkan pembangunan di wilayah yang masih relatif muda tersebut.

Baca Juga: Mental Petarung dalam Memimpin Nagari Menuju Generasi Emas Indonesia 2045

Selain dianggap memiliki pengalaman birokrasi, Dewi juga dipandang memahami karakter sosial masyarakat serta tantangan pembangunan yang dihadapi nagari hasil pemekaran itu.

Sementara itu, sejarah lain juga tercipta di Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris.

Ahmad Ikbal dipercaya masyarakat untuk memimpin Nagari Kapalo Koto periode 2026–2034 dan tercatat sebagai Wali Nagari termuda di Kabupaten Padang Pariaman.

Di usia yang masih muda, pencapaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat mulai melihat kepemimpinan bukan semata berdasarkan usia, tetapi pada integritas, kapasitas, semangat pengabdian, serta komitmen untuk bekerja bagi kepentingan bersama.

Lahir di Kapalo Koto pada 2 Februari 1999, Ahmad Ikbal merupakan putra pasangan Zakaria dan Hasnah. Ia tumbuh dan besar di Korong Kabun Mudiak serta dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Latar belakang pendidikan Diploma III (D3) Teknik Elektronika di kampus Politeknik Negeri Padang menjadi salah satu bekal dalam membangun pendekatan kepemimpinan yang dinilai lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada solusi.

Jiwa kepemimpinannya juga telah terlihat sejak masa sekolah ketika dipercaya menjadi Ketua OSIS SMK Negeri 1 Pariaman.

Selain itu, ia aktif mengikuti berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang membentuk kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan.

Terpilihnya Ahmad Ikbal melalui Pilwana 2026 dengan Nomor Urut 1 tidak hanya dipandang sebagai kemenangan personal, tetapi juga menjadi gambaran munculnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan generasi muda di tingkat nagari.

Dalam visi yang dibawanya, Ahmad Ikbal menempatkan pembangunan nagari pada arah yang maju, religius, transparan, mandiri, dan sejahtera.

Sejumlah agenda yang menjadi fokus antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga mendorong keterlibatan generasi muda, pelaku UMKM, petani, dan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan nagari.

Kehadiran generasi anak muda di pemerintahan nagari juga dinilai menjadi peluang menghadirkan energi baru dan inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan di era yang terus berubah.

Pilwana Serentak 2026 di Padang Pariaman pada akhirnya tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan, tetapi juga memperlihatkan perubahan cara pandang masyarakat dalam menentukan pemimpin.

Terpilihnya wali nagari perempuan pertama dan wali nagari termuda menjadi penanda bahwa kepemimpinan di tingkat nagari terus bergerak menuju arah yang lebih inklusif, terbuka terhadap regenerasi, dan berorientasi pada gagasan serta kapasitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan