Bukittinggi Gratiskan Angkot untuk Pelajar

Sumbar.akurat.co Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memilih memanfaatkan jaringan angkutan kota yang sudah beroperasi untuk menyediakan transportasi gratis bagi pelajar. Sebanyak 53 angkot kini melayani 874 siswa SMP negeri untuk perjalanan dari rumah ke sekolah dan kembali ke rumah.
Program yang mulai diuji coba pada Senin, 5 Oktober 2026 itu tidak hanya diarahkan untuk mengurangi biaya transportasi keluarga. Pemerintah kota juga menempatkannya sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan angkutan umum sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Elza Aulia mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp150 juta per bulan untuk menjalankan program tersebut.
Pada tahap awal, penerima layanan merupakan pelajar kelas VIII dan IX dari delapan SMP negeri di Bukittinggi. Setiap siswa yang telah terdaftar memperoleh dua karcis per hari, satu untuk perjalanan menuju sekolah dan satu lagi untuk perjalanan pulang.
Karcis keberangkatan dapat digunakan pada pukul 06.30-07.30 WIB, sedangkan perjalanan pulang dilayani mulai pukul 12.00 hingga 18.30 WIB. Rute menyesuaikan trayek angkot yang menghubungkan tempat tinggal siswa dengan sekolah.
Baca Juga: Pertalite dan Beban Konsumen di Sumatera Barat
Skema itu membuat pemerintah tidak harus menyediakan armada khusus untuk mengangkut siswa. Kendaraan yang digunakan merupakan angkot yang sehari-hari telah beroperasi melayani masyarakat.
Namun, tidak seluruh angkot otomatis dapat mengikuti program.
Dinas Perhubungan sebelumnya mencatat terdapat 478 unit angkutan umum di Bukittinggi. Setelah pemeriksaan kondisi kendaraan, pajak, uji KIR dan administrasi pengemudi, baru 53 kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan pada tahap awal.
Armada tersebut terdiri atas 47 angkot Ikabe, lima Mersi dan satu Kopajag. Pemerintah membuka kemungkinan penambahan kendaraan apabila angkot lain telah memenuhi persyaratan.
Tak Semua Orang Tua Memilih Angkot
Jumlah penerima program juga lebih sedikit dibandingkan minat yang tercatat saat pendataan awal.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Robi, mengatakan pada awal pendataan terdapat sekitar seribuan pelajar yang diperkirakan akan memanfaatkan layanan. Jumlah yang akhirnya mengikuti program tercatat 874 siswa.
Menurut dia, sebagian orang tua masih memilih mengantar anak mereka langsung ke sekolah, antara lain karena pertimbangan keselamatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan program. Pemerintah tidak hanya perlu menyediakan perjalanan tanpa biaya, tetapi juga memastikan orang tua percaya terhadap keamanan kendaraan dan perilaku pengemudi.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meminta kendaraan yang membawa pelajar berada dalam kondisi bersih dan layak. Pengemudi juga diminta tidak berkendara secara ugal-ugalan dan tidak memutar musik dengan volume keras saat mengangkut siswa.
Program ini, menurut Ramlan, ditujukan untuk memastikan perjalanan anak berlangsung dari rumah menuju sekolah dan kembali ke rumah.
Anggarkan dana Rp150 Juta Sebulan
Dengan 874 siswa sebagai penerima manfaat, anggaran Rp150 juta per bulan menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi selama masa uji coba.
Jika anggaran itu dibagi terhadap jumlah penerima saat ini, nilainya setara sekitar Rp172.000 per siswa per bulan. Perhitungan tersebut belum menggambarkan biaya per perjalanan karena penggunaan karcis setiap siswa dapat berbeda dan pemerintah belum mempublikasikan secara rinci realisasi perjalanan harian.
Evaluasi juga dibutuhkan untuk melihat seberapa besar manfaat program terhadap pengemudi angkot.
Pemerintah menyebut program tersebut dirancang untuk membantu menjaga keberlangsungan usaha pengemudi dan operator angkutan umum. Namun, karena program baru berjalan beberapa hari, belum tersedia data publik yang menunjukkan perubahan pendapatan pengemudi sebelum dan sesudah mengikuti program.
Hal serupa berlaku terhadap target mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pemerintah berharap tersedianya angkot gratis dapat mengurangi kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengantar dan menjemput pelajar. Efektivitas target tersebut masih harus dibuktikan melalui data pergerakan kendaraan selama program berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1OPPO A7 Pro 5G Siap Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Beli
- 27 Film yang Dinantikan Siap Tayang di Bioskop November 2026, Ada The Hunger Games hingga Agak Laen
- 3Bukittinggi Gratiskan Angkot untuk Pelajar
- 4OPPO A7 Pro 5G Siap Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Beli
- 5Bukittinggi Gratiskan Angkot untuk Pelajar



