Ramai Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Sumbar, Apa yang terjadi?

Sumbar.akurat.co Keluhan kendaraan tersendat hingga mogok setelah mengisi Pertalite meluas di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Di Dharmasraya, sebuah bengkel mengaku menangani 17 mobil dengan gangguan serupa dalam sepekan terakhir. PT Pertamina Patra Niaga kini sedang memeriksa sampel Pertalite dari 6 SPBU di Padang dan Agam.
Keluhan itu sebelumnya muncul di Bukittinggi dan Agam, lalu ramai dibicarakan di media sosial. Pengguna kendaraan mengeluhkan mesin kehilangan tenaga. Sebagian kendaraan kemudian dibawa ke bengkel untuk menguras tangki dan memeriksa sistem bahan bakar.
Salah satu pengguna Pertalite di Bukittinggi, Taufik Hidayat, mengatakan : “Mobil saya kehilangan tenaga setelah mengisi bahan bakar. Saat diperiksa di bengkel, saringan bahan bakar ditemukan kotor dengan endapan yang secara kasat mata tampak berwarna perak".
Keluhan tersebut kemudian semakin ramai setelah beredar video yang memperlihatkan cairan keruh dan material berwarna abu-abu di dalam tangki kendaraan. Salah satu video diunggah oleh akun Instagram @travelkampus_2nr. Hingga Sabtu (26/9/2026) pukul 10.42 WIB, video itu telah ditonton lebih dari 104.000 kali. Namun, saat video tersebut diberitakan, lokasi SPBU tempat BBM dibeli belum dapat dipastikan.
Belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan bahwa material dalam video tersebut adalah semen atau membuktikan bahwa material tersebut berasal dari Pertalite. Sebutan "bercampur semen" sejauh ini merupakan dugaan yang beredar di media sosial.
Keluhan serupa muncul di Dharmasraya. Jay Gumanti, montir sebuah bengkel di daerah itu, mengatakan : “kami menerima 17 mobil dalam sepekan dengan gejala yang hampir serupa. Mobil awalnya masih dapat berjalan, kemudian mesin mulai tersendat seperti kekurangan bahan bakar hingga akhirnya mogok”
Baca Juga: Dana Pemulihan Sumatera Tembus Rp100,1 T, Sumbar Kebagian Berapa?
Pemeriksaan bengkel menemukan endapan putih keabu-abuan di dalam tangki pada sejumlah kendaraan. Menurut Jay, endapan itu mengganggu aliran bahan bakar ke mesin. Ia kuitenkin tidak dapat memastikan jenis material maupun sumber endapan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Sebagian kendaraan yang masuk merupakan mobil travel. Biaya pembersihan dan perbaikan disebut berkisar antara Rp150.000 dan Rp200.000 per kendaraan.
Keluhan pengemudi travel rute Kerinci-Sungai Penuh-Padang juga muncul dalam sepekan terakhir. Beberapa pengemudi mengunggah rekaman kendaraan yang sedang diperbaiki dan memperlihatkan bahan bakar yang terlihat keruh.
Pertamina ambil sampel dari enam SPBU
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mulai melakukan pemeriksaan setelah menerima informasi tentang kendaraan bermasalah yang beredar di media sosial.
SBM Sumatera Barat Fuel Pertamina Patra Niaga Faris Aceriza mengatakan: “Perusahaan telah melakukan pemetaan dan pengecekan awal. Tim Pertamina juga mendatangi sejumlah bengkel di Bukittinggi untuk memeriksa kendaraan yang dilaporkan mengalami gangguan”
Pemeriksaan kemudian diperluas dengan mengambil sampel Pertalite dari enam SPBU, masing-masing tiga di Kota Padang dan tiga di Kabupaten Agam.
Di Padang, sampel diambil dari SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah, dan SPBU 14.252.582 Jati. Sementara itu, di Agam, pemeriksaan dilakukan terhadap SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073, dan SPBU 14.261.532.
Sampel diperiksa oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung bersama Lemigas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan BBM yang disalurkan memenuhi spesifikasi. Pertamina juga mengecek penerimaan BBM dan mencocokkannya dengan hasil uji laboratorium terbaru.
Hasil pengujian awal belum menemukan adanya campuran air pada sampel Pertalite yang diperiksa. Nilai density atau massa jenis sampel juga masih berada dalam spesifikasi yang ditetapkan. Namun, pemeriksaan terhadap sampel dari enam SPBU masih berlanjut.
Temuan awal tersebut berarti penyebab gangguan pada kendaraan belum dapat disimpulkan. Keluhan konsumen, endapan yang ditemukan di bengkel, dan video yang beredar perlu dibedakan dari hasil pengujian kualitas BBM.
Pertamina menyatakan akan menyampaikan perkembangan pemeriksaan setelah pengujian selesai. Konsumen yang mengalami masalah terkait produk atau layanan SPBU dapat menyampaikan pengaduan melalui Pertamina Contact Center 135.
Hingga Senin (28/9/2026), belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa gangguan pada kendaraan-kendaraan tersebut disebabkan oleh kualitas Pertalite. Hasil uji lanjutan akan menentukan apakah keluhan pengendara berkaitan dengan BBM di titik penyaluran tertentu atau berasal dari faktor lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Pertalite dan Beban Konsumen di Sumatera Barat
- 2Terpilih Nakhodai KNPI Bukittinggi, Taufiqurrahman Siap Bangun Ruang Kolaborasi Pemuda
- 3Ramai Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Sumbar, Apa yang terjadi?
- 4Pertalite dan Beban Konsumen di Sumatera Barat
- 5Ramai Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Sumbar, Apa yang terjadi?



