Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot

Sumbar.akurat.co Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kawasan terdampak banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Empat hari setelah bencana menerjang, pemerintah kini menghadapi pekerjaan pemulihan infrastruktur, fasilitas publik, permukiman warga, hingga mitigasi agar bencana serupa tidak kembali menimbulkan kerusakan besar.
Gibran meninjau sejumlah titik terdampak, termasuk Jembatan Arosuka dan fasilitas pemerintah. Ia meminta agar perbaikan infrastruktur tidak berlarut-larut karena menyangkut mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, dan pelayanan publik.
“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih” kata Gibran. Ia juga meminta agar keselamatan masyarakat yang melintasi kawasan terdampak menjadi perhatian selama proses perbaikan.
Akses Padang–Solok sendiri sudah dapat dilalui kembali sebelum kunjungan Wapres. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, pada Rabu (23/9) menyatakan bahwa jalur tersebut telah dibuka kembali setelah material banjir dibersihkan dan struktur jembatan diperiksa. Namun, pekerjaan penanganan dan pembersihan di kawasan terdampak masih berlangsung.
Karena itu, perhatian pemerintah kini bergeser dari sekadar membuka akses darurat ke perbaikan infrastruktur yang lebih permanen. Saat meninjau kawasan Arosuka, Gibran juga meminta agar fasilitas pemerintahan yang rusak segera dipetakan berdasarkan tingkat kerusakannya.
Menurutnya, fasilitas yang membutuhkan penanganan darurat harus dibedakan dari bangunan yang memerlukan perbaikan permanen. Prinsipnya, kata Gibran, “Pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti.”
Baca Juga: Galodo Solok, 1 Tewas dan 1 Masih Hilang, 100 Rumah Terdampak
Bencana yang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9) malam meninggalkan kerusakan yang cukup luas. Data BNPB hingga Selasa (22/9) mencatat sekitar 100 rumah terdampak. Dua kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat dan sembilan lainnya mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas kesehatan juga terdampak.
Banjir juga berdampak pada kendaraan warga. BNPB mencatat setidaknya 21 mobil dan 7 sepeda motor terdampak. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa sempat mengungsi di sejumlah lokasi setelah bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Galodo Solok, 1 Tewas dan 1 Masih Hilang, 100 Rumah Terdampak
- 2Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot
- 3Dana Pemulihan Sumatera Tembus Rp100,1 T, Sumbar Kebagian Berapa?
- 4Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot
- 5Galodo Solok, 1 Tewas dan 1 Masih Hilang, 100 Rumah Terdampak



