BMKG Rilis Peringatan Dini Banjir Rob di Sumbar: Lima Daerah Pesisir Masuk Zona Siaga!

Sumbar.akurat.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob berskala besar yang mengancam beberapa daerah pesisir Sumatera Barat (Sumbar).
Fenomena alam ini diprediksi sudah berlangsung hingga empat hari ke depan, mulai dari tanggal 13 hingga 17 Juni 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG setempat menjelaskan, ancaman banjir rob kali ini dipicu oleh adanya fenomena astronomi Super New Moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (perigee).
Kondisi ini secara alamiah memicu lonjakan kenaikan pasang air laut maksimum yang jauh lebih tinggi dari hari-hari biasanya.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai Sumbar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh, terutama pada jam-jam puncak pasang tinggi di waktu subuh hingga pagi hari.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat 8-11 Juni 2026
Berdasarkan hasil analisis data pemodelan numerik BMKG, terdapat lima daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang masuk dalam zona merah atau wilayah siaga terdampak, antara lain:
Pesisir Kota Padang: Meliputi kawasan Pantai Padang, Muaro Lasak, hingga pemukiman nelayan di Pasie Nan Tigo dan Bungus Teluk Kabung.
Kabupaten Padang Pariaman: Fokus pada kawasan wisata pantai dan pemukiman warga di pesisir Ulakan Tapakis.
Kabupaten Pesisir Selatan: Terutama wilayah Painan dan sekitarnya yang memiliki topografi pantai landai.
Kabupaten Agam: Kawasan pesisir Tiku dan sekitarnya.
Kabupaten Pasaman Barat: Termasuk wilayah pelabuhan lokal dan area pesisir Kepulauan Mentawai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
BMKG mengingatkan bahwa banjir rob ini tidak hanya berpotensi merendam pemukiman warga pesisir, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas nelayan, serta mengancam keselamatan para wisatawan di kawasan pantai.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir, terutama para nelayan tradisional, untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi gelombang pasang mulai naik. Pastikan barang-barang berharga dan dokumen penting di dalam rumah sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi," tegas pihak BMKG dalam rilis resminya, Minggu (14/6/2026).
Selain menggenangi pemukiman, banjir rob yang bercampur dengan potensi curah hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumbar dalam beberapa hari ke depan juga dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang di muara-muara sungai akibat aliran air dari hulu yang tertahan oleh pasang laut.
Pemerintah daerah melalui BPBD di masing-masing kabupaten/kota juga telah disiagakan untuk terus memantau titik-titik tanggul pantai yang kritis guna mengantisipasi jebolnya pembatas air saat pasang maksimum mencapai puncaknya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi melalui kanal media sosial dan aplikasi infoBMKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





