Sumbar

Pasca Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tutup Sementara Lapangan Tembak

Ferdinan | 4 Juni 2026, 08:53 WIB
Pasca Insiden Peluru Nyasar di UNP, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tutup Sementara Lapangan Tembak
Konferensi pers penutupan lapangan tembak Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk investigasi peluru nyasar di UNP, Rabu (03/06/2026). Doc/lenggam

Sumbar.akurat.co - Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol resmi menutup sementara lokasi latihan menembak di Kota Padang, Rabu (03/06/2026) saat konferensi pers di Padang.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan latihan menembak setelah seorang mahasiswi dan seorang warga sipil diduga terkena proyektil saat berada di lingkungan kampus pada Selasa (2/6/2026) sore.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/TIB, Kolonel Kavelri Taufiq, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari proses evaluasi dan investigasi yang masih berlangsung.

“Untuk sementara lapangan tembak tidak digunakan sampai investigasi lanjutan selesai dilakukan,” katanya.

Insiden terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di kawasan sekitar Rektorat UNP. Salah satu korban merupakan mahasiswi Jurusan Sosiologi UNP yang mengalami luka di bagian paha, sementara korban lainnya seorang warga sipil mengalami luka pada tangan.

Baca Juga: Breaking News: Dua Mahasiswa UNP Tertembak di Depan Gedung Rektorat, Diduga Akibat Peluru Nyasar

Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang untuk menjalani tindakan pengangkatan proyektil.

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, membenarkan bahwa pada waktu yang bersamaan memang sedang berlangsung latihan menembak menggunakan senjata laras panjang oleh personel Yonif TP 897/Singgalang di Lapangan Tembak Lapai.

Meski demikian, pihak TNI menegaskan hingga saat ini investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah proyektil yang mengenai korban benar berasal dari aktivitas latihan tersebut.

Jarak antara lapangan tembak dan lokasi kejadian diperkirakan mencapai sekitar 800 meter.

Sebagai respons awal, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung oleh institusi TNI.

Selain itu, tim investigasi dari Pomdam bersama personel terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) baik di area latihan maupun di lingkungan kampus UNP.

Baca Juga: Breaking News: Usai Dicopot, Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Resmi Ditahan Kejagung

Sementara itu, pihak Universitas Negeri Padang menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol sejak kejadian berlangsung.

Rektor UNP, Krismadinata, menyebut pihak kampus segera mengerahkan ambulans dan memberikan pendampingan kepada korban.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang karena dapat menimbulkan rasa takut dan mengganggu aktivitas akademik di lingkungan kampus.

Menurut Komnas HAM, keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas, terutama karena kejadian peluru nyasar di kawasan UNP bukan kali pertama terjadi.

Sejumlah catatan menunjukkan insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2010, 2017, dan 2020.

Penutupan sementara lokasi latihan menembak tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses investigasi serta evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan latihan militer agar tidak kembali membahayakan masyarakat yang berada di sekitar kawasan latihan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan