Sumbar

Panitia Tabuik Pasa Minta Maaf, Kasus Cekcok dengan Pengunjung Berakhir Damai

Ferdinan | 3 Juli 2026, 06:34 WIB
Panitia Tabuik Pasa Minta Maaf, Kasus Cekcok dengan Pengunjung Berakhir Damai
Kunjungan panitia tabuik kerumah Marvel Lubuk Alung / Fb : Azwar Anas Aspila

sumbar.akurat.co Sebuah video keributan di perhelatan Hoyak Tabuik Piaman 2026 di kawasan Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Minggu (28/6/2026), beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah di akun Facebook Agung Putra Maizadana, terlihat sejumlah pengunjung terlibat adu mulut di tengah keramaian acara. Situasi sempat memanas dan nyaris berujung pada baku hantam.

Terkait video tersebut, salah seorang panitia Tabuik Pasa, Azwar Anas, memberikan keterangan melalui akun media sosialnya.

Ia menyebut Panitia Tabuik Pasa bersama Pengurus KAN Nagari Pasa telah mendatangi rumah seorang pengunjung bernama Marvel, warga Lubuk Alung, yang disebut menjadi korban dalam peristiwa tersebut pada hari Kamis (02/07/2026).

Baca Juga: Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Dimulai 16 Juni, Ini Jadwal Rangkaian Acara hingga 21 Juni

Dalam kunjungan tersebut, pihak panitia bertemu langsung dengan keluarga korban untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Pertemuan itu juga disaksikan oleh unsur Polres Pariaman, Uke Rizal, serta wali korong setempat.

Azwar Anas menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di tengah rangkaian kegiatan budaya tersebut.

“Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak kami inginkan ini,” tulis Azwar Anas dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa panitia tidak mengetahui peristiwa tersebut secara langsung. Menurutnya, kejadian itu terjadi setelah acara puncak selesai dan seluruh panitia telah membubarkan diri.

“Karena kami selaku panitia tidak mengetahui hal yang terjadi, acara puncak telah usai dan seluruh panitia telah membubarkan diri,” tulisnya.

Setelah pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Panitia Tabuik Pasa dengan korban bersepakat untuk berdamai secara kekeluargaan. Kasus ini telah dinyatakan damai,” tulis Azwar Anas.

Azwar juga menyampaikan terima kasih atas kritik dan masukan dari masyarakat serta warganet. Ia menyebut kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Panitia Tabuik Pasa dalam pelaksanaan Tabuik ke depan.

Hoyak Tabuik Piaman merupakan agenda budaya tahunan Kota Pariaman yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Pada puncak pelaksanaannya, kawasan Pantai Gandoriah dipadati pengunjung yang datang untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan