Sumbar

Pemerintah Berencana Perbarui Buku Pelajaran SD hingga SMA, Prabowo Soroti Kualitas dan Isi

Annisa Paramesti | 11 Agustus 2026, 16:12 WIB
Pemerintah Berencana Perbarui Buku Pelajaran SD hingga SMA, Prabowo Soroti Kualitas dan Isi
Buku pelajaran SD - SMA 2026. (Freepik)

Sumbar.akurat.co – Pemerintah berencana memperbarui buku pelajaran yang digunakan peserta didik mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) secara nasional.

Rencana tersebut mencakup perbaikan kualitas buku, baik dari sisi bahan dan tampilan fisik maupun isi materi yang disajikan kepada peserta didik.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membentuk tim untuk mempelajari dan mengevaluasi kembali buku ajar yang saat ini digunakan di sekolah.

Perintah tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 11 Juni 2026. Pemerintah menyebut buku ajar perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Di sisi lain, rencana pembaruan buku pelajaran mendapat perhatian dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Ubaid Matraji mengingatkan agar perbaikan kualitas buku tidak berubah menjadi persoalan bisnis pengadaan buku.

“ Perbaikan kualitas buku pelajaran ini nantinya jangan sampai melenceng menjadi bisnis buku pelajaran”, Ujar Ubaid Matraji.

Ubaid juga meminta pemerintah transparan dalam proses pembaruan buku pelajaran. Transparansi tersebut mencakup anggaran, pihak yang menyusun materi, penilai buku, penerbit hingga proses pengadaan.

Menurutnya, keterbukaan dalam setiap tahapan diperlukan agar kebijakan pembaruan buku benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Prabowo Soroti Kondisi Fisik Buku

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan sejumlah alasan yang menjadi dasar pemerintah mengevaluasi buku pelajaran.

Teddy mengatakan rencana pembaruan buku pelajaran secara nasional merupakan arahan Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dan sumber daya manusia.

“ Rencana pembaruan buku pelajaran secara nasional ini adalah perintah dari Presiden Prabowo Subianto karena ini bagian dari usaha untuk menguatkan fondasi pendidikan dan sumber daya manusi”, Ujar Teddy Indra Wijaya.

Menurut Teddy, Prabowo melakukan peninjauan terhadap buku pelajaran yang digunakan siswa. Presiden disebut memeriksa buku tersebut satu per satu, termasuk kondisi bahan, ukuran huruf serta kenyamanan ketika digunakan untuk membaca.

Teddy mengatakan, perhatian tersebut muncul setelah Presiden menemukan sejumlah persoalan pada buku yang digunakan peserta didik, seperti bahan yang mudah rusak, bagian buku yang sobek serta ukuran huruf yang dinilai terlalu kecil untuk siswa SD.

Selain kondisi fisik, ukuran huruf dan desain buku juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin buku pelajaran memiliki tampilan yang lebih menarik serta menggunakan bahan yang lebih berkualitas sehingga dapat digunakan dalam waktu lebih lama.

Baca Juga: Seskab Teddy: Anak-anak Sekolah Rakyat Tak Hanya Pintar, Tapi Juga Beradab

Buku Pelajaran Akan Dibandingkan dengan Negara Lain

Teddy mengatakan Presiden meminta agar buku-buku pelajaran dari jenjang SD hingga SMA yang digunakan di Indonesia dibandingkan dengan buku ajar dari negara lain untuk melihat kualitas materi.

“Setelah dipelajari buku pelajaran yang dipakai saat ini secara nasional, Presiden memberikan arahan untuk nantinya dibandingkan dengan buku-buku pelajaran dari negara tetangga”, Ujar Teddy Indra Wijaya.

Pemerintah juga menyoroti perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat. Kondisi tersebut membuat dunia pendidikan dituntut mampu menyesuaikan materi pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemampuan bahasa asing juga dinilai menjadi salah satu aspek penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Matematika Jadi Salah Satu Fondasi

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan kemampuan matematika menjadi salah satu dasar yang penting untuk mendukung penguasaan sains dan teknologi.

“ Untuk mengejar ketertinggalan pendidikan kita di bidang sains dan teknologi, saat ini basic yang harus dimiliki oleh setiap siswa adalah matematika”, Ujar Prasetyo Hadi.

Menurutnya, matematika memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir logis dan sistematis yang diperlukan untuk mempelajari sains dan teknologi.

Karena itu, peningkatan kualitas materi pembelajaran matematika menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat kemampuan dasar peserta didik.

Pemerintah Dorong Budaya Gemar Membaca

Selain pembaruan buku, pemerintah juga ingin kembali mendorong budaya membaca di kalangan anak-anak dan generasi muda.

Prasetyo mengatakan kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui lingkungan keluarga.

“Presiden berharap nantinya dengan perbaikan buku ini, harus digalakkan lagi budaya gemar membaca. Karena membaca harus ditanamkan dari keluarga dan dibiasakan sejak kecil”, tegas Prasetyo Hadi.

Menurut Prasetyo, kebiasaan membaca tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak.

Pemerintah berharap perbaikan kualitas buku dapat berjalan beriringan dengan penguatan budaya membaca di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Kebiasaan membaca sejak kecil dinilai penting untuk membangun kemampuan literasi sekaligus memperluas pengetahuan peserta didik.

Prasetyo juga menyinggung pengalaman Presiden Prabowo ketika masih kecil yang dibiasakan membaca oleh orang tuanya.

Kebiasaan tersebut kemudian menjadi salah satu contoh yang ingin diterapkan kembali untuk mendorong anak-anak Indonesia lebih gemar membaca.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
F
Editor
Ferdinan