Sumbar

Rajut Perdamaian, IYES Indonesia Kumpulkan Pemuda se-Nusantara di 'Champions For Peace'

Iqbal Rizkyka | 29 Juni 2026, 19:01 WIB
Rajut Perdamaian, IYES Indonesia Kumpulkan Pemuda se-Nusantara di 'Champions For Peace'
Foto bersama CFP di Istana Siak/ Akurat.co

.

sumbar.akurat.co— IYES Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan berskala nasional bertajuk Champions For Peace (CFP).

Acara yang menjadi wadah pertemuan para pemuda dari seluruh penjuru Indonesia ini berlangsung di Hotel Cititel, Pekanbaru, Riau, pada 24 hingga 28 Juni 2026.

Kegiatan inspiratif ini mendapat dukungan dan disponsori langsung oleh Kofi Annan Foundation serta Kris For Peace.

CFP merupakan bentuk implementasi dan penyaluran ilmu dari program pembelajaran yang sebelumnya telah diikuti oleh tim IYES di Singapura pada Januari 2026 lalu.

Berlangsung selama lima hari, agenda CFP berfokus mengangkat isu-isu krusial terkait perdamaian.

Para peserta dibekali dengan berbagai modul mendalam, seperti resiliensi, kesehatan mental, dan Psychological First Aid (PFA).

Materi lainnya yang turut diajarkan mencakup kohesi sosial, harmoni dengan alam (harmony with planet), serta harmoni antar sesama manusia (harmony with people).

Memasuki hari ketiga, nuansa kebhinekaan Nusantara sangat terasa saat panitia menggelar malam Culture Night.

Seluruh peserta tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat kebanggaan serta membawa sajian makanan khas dari daerah asal mereka masing-masing.

Malam keakraban tersebut semakin meriah saat peserta yang dibagi ke dalam 10 kelompok menampilkan berbagai pertunjukan unjuk bakat, mulai dari tarian, teater mini, hingga koreografi modern.

Pada hari keempat, ruang kelas dipindahkan ke luar ruangan. Para peserta diajak melakukan cultural trip atau wisata sejarah ke Kabupaten Siak.

Destinasi pertama adalah kelenteng bersejarah yang berada di dekat kawasan Istana Kerajaan Siak.

Di tempat ini, peserta belajar langsung tentang potret harmoni kehidupan, melihat bagaimana etnis Tionghoa dan Melayu merajut kerja sama dan perdamaian sejak masa lampau.

Perjalanan sejarah kemudian berlanjut dengan mengunjungi makam, bangunan istana, dan rumah peninggalan Sultan Syarif Kasim II.

Kunjungan ini menjadi momen napak tilas untuk menghormati perjuangan sang Sultan yang juga telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional tersebut.

Di akhir rangkaian perjalanan, seluruh peserta duduk bersama menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan dan memaknai kembali nilai-nilai perdamaian, menggabungkan teori dari modul yang telah dipelajari dengan pengalaman nyata dari jejak sejarah Kerajaan Siak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.