Sumbar

Indonesia vs Thailand: Saatnya Garuda Hapus Catatan Buruk di Final

Ferdinan | 4 Oktober 2026, 10:59 WIB
Indonesia vs Thailand: Saatnya Garuda Hapus Catatan Buruk di Final
Timnas Sepakbola Indonesia

Sumbar.akurat.co  Timnas Indonesia kembali berhadapan dengan Thailand di panggung final. Duel ini membawa satu cerita lama yang ingin diputus Garuda: Gajah Perang berulang kali menjadi penghalang bagi Indonesia ketika trofi sudah di depan mata.

Indonesia vs Thailand akan tersaji pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Pertemuan tersebut kembali membuka lembaran panjang rivalitas antara dua kekuatan sepak bola di Asia Tenggara.

Indonesia memang pernah menaklukkan Thailand pada final SEA Games 1991 di Manila. Ketika itu, pertandingan berakhir tanpa gol sebelum Garuda menang lewat adu penalti.

Namun, setelah keberhasilan tersebut, Thailand lebih sering menjadi pihak yang meninggalkan luka bagi Indonesia dalam pertandingan perebutan gelar.

Gajah Perang membalas di final SEA Games 1997. Indonesia kemudian kembali harus mengakui keunggulan Thailand pada final Piala AFF 2000 dan 2002.

Baca Juga: Kevin Diks Akui Thailand Berkualitas, tapi Timnas Indonesia Tak Gentar di Final

Cerita serupa terjadi pada Piala AFF 2016.

Indonesia sebenarnya mengawali final dengan menjanjikan. Garuda memenangkan leg pertama 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor.

Thailand kemudian membalikkan keadaan pada leg kedua. Kemenangan 2-0 di Bangkok memastikan Gajah Perang menjadi juara dengan agregat 3-2.

Thailand kembali menjadi batu sandungan Indonesia pada final Piala AFF 2020, yang dimainkan pada akhir 2021 dan awal 2022 akibat pandemi COVID-19.

Pada final tersebut, Thailand menang telak 4-0 di leg pertama. Indonesia hanya mampu menahan Gajah Perang 2-2 pada pertemuan kedua dan harus merelakan gelar dengan agregat 2-6.

Kini Indonesia mendapat kesempatan baru.

Situasinya juga berbeda.

Garuda akan menjalani final FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukungnya sendiri di SUGBK. Tim asuhan John Herdman pun menuju pertandingan puncak tanpa terkalahkan sepanjang fase grup.

Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Garuda kemudian bermain imbang 0-0 melawan Malaysia sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh.

Rangkaian hasil tersebut membuat Indonesia mengumpulkan tujuh poin dan melaju ke final sebagai juara Grup A.

Thailand menjadi juara Grup B.

Tim asuhan Anthony Hudson mengawali turnamen dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan, kemudian mengalahkan Vietnam 2-0.

Thailand baru menelan kekalahan pada pertandingan terakhir ketika takluk 1-2 dari Filipina. Hasil tersebut tidak menggoyahkan posisi Gajah Perang di puncak grup sekaligus tiket menuju partai final.

Final kali ini mempertemukan dua tim dengan modal yang berbeda.

Indonesia membawa status tidak terkalahkan, produktivitas gol, keuntungan bermain di kandang, serta dukungan puluhan ribu suporter.

Thailand datang dengan pengalaman panjang sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, pertandingan ini lebih dari sekadar kesempatan untuk meraih trofi.

Garuda mempunyai peluang memutus rangkaian cerita pahit setiap kali Thailand berdiri di seberang lapangan dalam pertandingan perebutan gelar.

Generasi Indonesia saat ini memang tidak memikul beban kekalahan para pendahulunya. Namun, final di SUGBK memberi mereka kesempatan untuk menciptakan cerita yang berbeda.

Sejarah mencatat bahwa Thailand berulang kali menjadi penghalang bagi Indonesia di babak final.

Malam ini, Garuda punya kesempatan untuk mengubah catatan itu.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan