Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit yang Berawal dari Gangguan Sistem Imun

Sumbar.akurat.co Banyak pasien datang dengan keluhan yang hampir sama: kulit memerah, menebal, bersisik, kadang gatal, kadang terasa perih. Keluhan paling sering terlihat di siku, lutut, kulit kepala, atau punggung. Sebagian sudah mencoba obat jamur. Ada yang berganti-ganti sabun. Tidak sedikit pula yang mengira penyakitnya muncul akibat alergi makanan.
Setelah diperiksa, ternyata yang dialami adalah psoriasis.
Psoriasis memang terlihat pada kulit, tetapi proses penyakitnya tidak sesederhana kelainan pada permukaan kulit. Ada gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang membuat proses peradangan menjadi terlalu aktif.
Dalam keadaan normal, sel kulit mengalami pergantian secara teratur. Pada psoriasis, siklus tersebut berjalan terlalu cepat. Sel kulit baru terus terbentuk dan bergerak ke permukaan sebelum sel lama sempat terlepas. Akhirnya terjadi penumpukan yang tampak sebagai plak, yaitu bagian kulit yang menebal dan biasanya disertai sisik.
Baca Juga: Awas Tertukar! Berikut Perbedaan Ketombe Dan Psoriasis Pada Kepala!
Karena mekanismenya berkaitan dengan sistem imun, psoriasis sering disebut masyarakat sebagai penyakit autoimun pada kulit. Dalam praktik kedokteran, istilah yang lebih tepat adalah penyakit inflamasi kronis yang dimediasi oleh sistem imun.
Tidak Menular
Ini adalah pertanyaan yang sangat sering diajukan oleh pasien maupun keluarganya.
Psoriasis tidak menular.
Menyentuh kulit penderita, berjabat tangan, berpelukan, tidur sekamar, atau menggunakan kamar mandi yang sama tidak akan menyebabkan psoriasis berpindah ke orang lain.
Psoriasis juga bukan akibat seseorang jarang mandi atau tidak menjaga kebersihan tubuh. Penyakit ini bukan infeksi jamur maupun infeksi bakteri.
Sayangnya, bentuk kelainan kulit psoriasis kadang membuat orang lain enggan menjaga jarak. Bila muncul pada tangan, wajah, kulit kepala, atau bagian tubuh yang mudah terlihat, pasien dapat merasa tidak nyaman saat berada di tempat umum. Sebagian bahkan memilih menutup kulitnya secara terus-menerus karena khawatir diperhatikan orang lain.
Masalah seperti ini cukup sering saya temukan pada pasien psoriasis. Beban penyakitnya akhirnya bukan hanya rasa gatal atau sisik pada kulit, tetapi juga rasa malu dan kehilangan kepercayaan diri.
======
Bentuk Psoriasis Bisa Berbeda
Jenis yang paling sering dijumpai adalah psoriasis plak. Lesinya berupa kulit yang menebal, dengan batas yang cukup jelas dan permukaan bersisik. Sisiknya dapat berwarna putih keperakan.
Namun gambaran psoriasis tidak selalu sama pada setiap orang.
Pada kulit kepala, misalnya, psoriasis kadang dianggap sebagai ketombe yang tidak kunjung sembuh. Pasien biasanya sudah mencoba berbagai sampo antiketombe sebelum memeriksakan diri. Pada pemeriksaan, sisiknya biasanya lebih tebal dan terdapat plak pada kulit kepala yang dapat meluas hingga batas rambut.
Psoriasis juga dapat mengenai kuku. Kuku bisa tampak berlubang-lubang kecil seperti ditusuk jarum, menebal, berubah warna, rapuh, atau terangkat dari dasarnya.
Pada beberapa pasien, rasa gatal cukup berat. Ada pula yang mengeluhkan rasa panas atau rasa perih. Bila kulit sangat kering, permukaannya dapat pecah dan berdarah.
Baca Juga: Tak Sekedar Penyakit Kulit, Mari Ketahui Bahaya Psoriasis
Karena beberapa penyakit kulit dapat memiliki bentuk yang hampir menyerupai psoriasis, pemeriksaan langsung tetap diperlukan. Infeksi jamur, dermatitis, dan beberapa kelainan kulit lain kadang sulit dibedakan oleh orang awam hanya dari penampilan luarnya.
Mengapa Bisa Terjadi?
Sampai sekarang tidak ada satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan semua kasus psoriasis.
Faktor genetik mempunyai peran. Pada saat konsultasi, dokter biasanya menanyakan apakah ada anggota keluarga yang memiliki keluhan serupa. Namun, seseorang yang memiliki keluarga dengan psoriasis belum tentu akan mengalami penyakit yang sama.
Sistem imun juga memegang peranan yang besar. Pada psoriasis terjadi aktivitas peradangan yang berlebihan sehingga proses pembentukan sel kulit ikut meningkat.
Kemudian ada faktor pemicu.
Stres cukup sering membuat penyakit aktif kembali. Beberapa pasien menyadari plak mulai bertambah saat menghadapi tekanan kerja atau masalah pribadi. Infeksi tertentu juga dapat menjadi pemicu.
Luka pada kulit perlu diperhatikan. Pada sebagian penderita psoriasis, plak baru dapat muncul di area kulit yang sebelumnya mengalami trauma, misalnya bekas garukan, luka, atau gesekan. Dalam dermatologi keadaan ini dikenal sebagai fenomena Koebner.
Cuaca dingin dan kering, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta beberapa jenis obat juga dapat berhubungan dengan kekambuhan pada pasien tertentu.
Pemicu psoriasis tidak sama pada setiap orang. Karena itu saya biasanya menyarankan pasien memperhatikan kapan penyakitnya mulai memburuk dan apa yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Terpilih Nakhodai KNPI Bukittinggi, Taufiqurrahman Siap Bangun Ruang Kolaborasi Pemuda
- 2Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot
- 3Terpilih Nakhodai KNPI Bukittinggi, Taufiqurrahman Siap Bangun Ruang Kolaborasi Pemuda
- 4Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot



