Trump Tuntut Balik Iran Minta Kompensasi, Negosiasi Pembukaan Selat Hormuz Makin Rumit

Sumbar.akurat.co – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta kompensasi kepada Iran akibat konflik peperangan yang terjadi selama ini.
Langkah ini menjadi salah satu bagian dari negosiasi perdamaian dan menjadi syarat juga dalam negosiasi tentang rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pemintaan kompensasi Donald Trump muncul karena Iran memberikan pernyataan bahwa Amerika Serikat harus memberikan beberapa ganti rugi kerusakan akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
Trump mengatakan tuntutan kompensasi dari Iran merupakan hal yang menarik karena menurutnya Amerika Serikat juga memiliki alasan untuk meminta pembayaran dari Teheran.
“Saya juga meminta kompensasi dari Iran karena mereka telah membunuh dan melukai parah menggunakan bom di pinggir jalan dan banyak konflik lainnya”, tulis Trump di akun media sosialnya Truth Social pada Senin (10/8/2026).
Trump juga menginstruksikan para perwakilannya untuk memasukkan beberapa tuntutan secara tegas setiap negosiasi yang akan datang.
Dalam pernyataannya, Trump menyuarakan tentang tragedi korban tewas akibat dari adanya unjuk rasa anti pemerintah Iran, termasuk kompensasi untuk keluarga korban serangan terhadap USS Cole pada Oktober 2000 serta korban dalam berbagai konflik dan aksi kekerasan.
Namun, terkait serangan terhadap USS Cole, terdapat catatan penting. Kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut diserang di Pelabuhan Aden, Yaman, pada Oktober 2000.
Serangan itu menewaskan 17 personel militer Amerika Serikat dan melukai puluhan lainnya. FBI mengaitkan serangan tersebut dengan jaringan Al-Qaeda.
Tuntutan Kompensasi Jadi Hambatan Baru
Tuntutan Trump muncul ketika pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih berlangsung.
Iran sebelumnya juga meminta kompensasi kepada Amerika Serikat atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik.
Teheran mengaitkan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut dengan sejumlah tuntutan kepada Trump.
Iran dan Oman sebelumnya telah melakukan pembicaraan mengenai pengaturan navigasi di Selat Hormuz. Kedua negara juga memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur pelayaran tersebut.
Pemerintah Oman dan Iran pada Juni 2026 menyatakan komitmen untuk menjaga Selat Hormuz sebagai jalur yang aman dan terbuka bagi pelayaran internasional.
Kedua negara juga sepakat melanjutkan pembahasan mengenai pengaturan navigasi melalui kelompok kerja bersama.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pembicaraan dengan Oman berkaitan dengan pengaturan rute aman bagi kapal, tetapi pembukaan penuh Selat Hormuz tetap bergantung pada terpenuhinya sejumlah tuntutan Iran terhadap Amerika Serikat.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Teheran kembali panas setelah Trump mengancam akan menyerang Iran secara membabi buta. Tetapi Donal Trump tetap memberi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan kesepakatan untuk mengakhiri konflik tetap menjadi salah satu opsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Terpilih Nakhodai KNPI Bukittinggi, Taufiqurrahman Siap Bangun Ruang Kolaborasi Pemuda
- 2Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot
- 3Terpilih Nakhodai KNPI Bukittinggi, Taufiqurrahman Siap Bangun Ruang Kolaborasi Pemuda
- 4Gibran Turun ke Lokasi Galodo Solok, Pemulihan Jembatan hingga Sabo Dam Disorot





