PCNU Dharmasraya Periode 2026–2031 Dilantik, Cholil Nafis Tekankan Amanah Pengurus

Sumbar.akurat.co – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik pada Minggu (12/7/2026) malam.
Pelantikan tersebut dihadiri Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Bupati Dharmasraya, jajaran pengurus NU, ulama, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Kegiatan itu dirangkaikan dengan pembukaan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan oleh jajaran Syuriyah PCNU Dharmasraya. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan wawasan keagamaan para pengurus dalam menghadapi berbagai persoalan umat.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, K.M. Syarwan Syarif dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCNU Dharmasraya. Ia didampingi sejumlah wakil rais dan Bud Sukardi sebagai katib.
Baca Juga: PBNU Bakal Umumkan Daftar Peserta Tetap Muktamar Ke-35 NU Lebih Awal
Sementara itu, jajaran Tanfidziyah dipimpin A. Faizin, S.Pd.I., M.MPd. sebagai ketua. Posisi sekretaris dijabat Hendri Yamtiko Jati, S.Pd., sedangkan H. Haryanto, A.Md., dipercaya sebagai bendahara.
Kepengurusan PCNU Dharmasraya juga diperkuat sejumlah mustasyar, antara lain KH Muhyiddin Cholisna, KH Muklis, KH M. Rofiq Ahmadi, KH Sutrisno, H. Muhadi, dan Buya Zul Asri.
Dalam arahannya, KH Cholil Nafis, Ph.D. mengatakan bahwa pelantikan pengurus tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurut dia, pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab organisasi yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Cholil mengaitkan prosesi tersebut dengan Surat Al-Fath ayat 18 yang mengisahkan Baiat Ridwan. Dalam peristiwa itu, para sahabat Nabi Muhammad SAW menyatakan kesetiaan, ketaatan, dan kesiapan untuk berkorban dalam menjalankan perjuangan.
Menurut Cholil, nilai utama dari peristiwa tersebut terletak pada komitmen dan kesetiaan dalam menjalankan amanah.
“Kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusannya, tetapi juga pada kesetiaan terhadap amanah dan ketulusan dalam berkhidmah,” kata Cholil.
Ia menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap pengurus diminta menjalankan tugas sesuai dengan kepentingan organisasi dan kebutuhan masyarakat.
Cholil juga menyebutkan empat karakter yang perlu dimiliki oleh pengurus NU. Pertama, memiliki pengetahuan agama yang mendalam sekaligus memahami kondisi masyarakat. Kedua, memberikan manfaat dan menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Ketiga, memiliki kesungguhan dalam menjalankan pengabdian. Keempat, mampu berijtihad dan berinovasi untuk menjawab perubahan dan tantangan zaman.
Menurut dia, karakter tersebut diperlukan agar NU tetap menjalankan perannya sebagai organisasi sosial keagamaan yang menjaga tradisi keislaman, memperkuat persatuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepengurusan PCNU Dharmasraya periode 2026–2031 diharapkan dapat memperkuat program keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut. Pelaksanaan PPWK juga diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pengurus, terutama dalam memahami persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





