Sumbar

Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh, Resmi Gantikan Luhut

Ferdinan | 30 Mei 2026, 09:46 WIB
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Whoosh, Resmi Gantikan Luhut
Ilustrasi kereta cepat Jakarta - Bandung (Whoosh).

Sumbar.Akurat.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Penunjukan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 mengenai percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat antara Jakarta dan Bandung.

Peraturan itu telah berlaku sejak diundangkan pada 12 Mei 2026.

Dengan keputusan tersebut, AHY menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Pergantian dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian struktur kementerian dan lembaga pada Kabinet Merah Putih agar lebih efektif dalam menjalankan tugas pengawasan proyek strategis nasional.

Baca Juga: Anggota DPR RI Mulyadi Bongkar Inisial N dan R, Diduga Cukong Tambang Ilegal di Sumbar

Dalam Perpres tersebut dijelaskan bahwa Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung memiliki peran strategis dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan proyek kereta cepat, termasuk menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembiayaan dan pembengkakan biaya proyek (cost overrun).

Selain AHY sebagai ketua, susunan komite juga melibatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai wakil ketua.

Sementara anggota komite terdiri dari sejumlah menteri dan pejabat strategis, antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Menteri ATR/BPN, Kepala Badan Pengaturan BUMN, hingga Kepala Badan Pelaksana Danantara.

Komite tersebut bertugas menetapkan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi kenaikan biaya proyek, termasuk perubahan porsi kepemilikan perusahaan patungan, penyesuaian syarat pinjaman, hingga bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.

Penunjukan AHY sebenarnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang sejak 2025 telah meminta dirinya memimpin upaya lanjutan pengembangan proyek kereta api cepat nasional.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Infrastruktur pada Juli 2025, AHY mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menempatkan pengembangan kereta cepat sebagai salah satu prioritas strategis nasional yang diyakini dapat menjadi pengubah permainan (game changer) bagi sistem transportasi Indonesia.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat di Hutan Biologi Unand, Petugas Kebersihan Fakultas Kedokteran Tewas Tergantung

Saat itu, AHY juga mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) kereta cepat, revisi sejumlah regulasi pendukung, serta percepatan penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) sebagai landasan pengembangan jaringan kereta cepat di masa depan.

Penunjukan AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Whoosh dinilai menjadi langkah penting dalam mengawal keberlanjutan proyek kereta cepat nasional.

Hal ini membuka peluang pengembangan jalur kereta berkecepatan tinggi ke wilayah lain di Indonesia sesuai visi pemerintahan Presiden Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan