Sumbar

Gubernur Mahyeldi Pimpin Apel Siaga Karhutla di Agam, Sumbar Waspadai Ancaman Kemarau Panjang 2026

Ferdinan | 22 Mei 2026, 10:10 WIB
Gubernur Mahyeldi Pimpin Apel Siaga Karhutla di Agam, Sumbar Waspadai Ancaman Kemarau Panjang 2026
Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam Kamis (21/05/2026). IG/mahyeldisp

Sumbar.akurat.co - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam Kamis (21/05/2026).

Kegiatan ini bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyoroti tingginya angka kejadian karhutla yang terjadi di Sumatera Barat sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam apel siaga tersebut, tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Barat dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare.

Sejumlah daerah seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya titik panas dan kejadian karhutla.

Baca Juga: Didampingi Mahyeldi, Menteri PU Dody Hanggodo Turun ke Tanah Datar: Ini Fokus Utama Pemerintah

Gubernur menyampaikan, berdasarkan pengalaman tahun 2025, tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Barat dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare.

Bahkan sejumlah daerah seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam sempat menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya titik panas dan kejadian karhutla.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi itu diperkuat dengan adanya indikasi peralihan menuju fenomena El Nino yang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada periode Juni hingga September 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya indikasi peralihan menuju El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada periode Juni hingga September 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mulai memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor guna mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi warga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Ferdinan
F
Editor
Ferdinan