Head To Head Tokoh Publik, Sociolens Rilis Vasko Ruseimy Unggul Jauh Dari Fadly Amran Dalam Percakapan Media Sosial

Sumbar.akurat.com – Intensitas percakapan publik di media sosial menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat popularitas dan persepsi masyarakat terhadap tokoh politik. Sosiolens merilis pada periode 22 Juni hingga 22 Juli 2026, nama Vasko Ruseimy tercatat jauh lebih dominan disebut dibandingkan Fadly Amran. Analisi ini dilakukan terhadap berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), Facebook, serta berbagai kanal percakapan digital lainnya.
Nama Vasko Ruseimy memperoleh 3.758 sebutan atau sekitar 75 persen dari total percakapan yang dianalisis. Sementara itu, Fadly Amran hanya memperoleh 1.089 sebutan atau sekitar 22,5 persen. Tak hanya unggul dari sisi kuantitas percakapan, citra Vasko Ruseimy juga didominasi sentimen positif. Dari seluruh unggahan, komentar, maupun diskusi yang memuat namanya, sebanyak 72 persen bernada positif, 7 persen bernada negatif, sedangkan sisanya merupakan sentimen netral.
Meningkatnya intensitas percakapan mengenai Vasko dipengaruhi oleh sejumlah isu yang menjadi perhatian publik. Mulai dari keterlibatannya dalam berbagai momentum, termasuk pelaksanaan Final Piala Dunia 2026, hingga berbagai isu pembangunan daerah seperti revitalisasi Taman Budaya, pembangunan infrastruktur jalan, dan persoalan krisis BBM subsidi. Di sisi lain, percakapan juga dipengaruhi munculnya tudingan mengenai dugaan kampanye Pilkada secara terselubung yang dinilai mulai dilakukan oleh Vasko. Meski demikian, isu tersebut belum mampu menggeser dominasi sentimen positif terhadap dirinya.
Berbeda dengan Vasko, percakapan mengenai Fadly Amran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Padang justru didominasi sentimen negatif. Hasil analisis menunjukkan 68 persen sebutan yang memuat nama Fadly bernada negatif. Sentimen tersebut dipengaruhi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya krisis pelayanan PDAM Kota Padang, kekecewaan publik terhadap penanganan kasus dugaan pencurian yang melibatkan oknum Dubalang di kawasan Cengkeh, hingga sorotan terhadap besaran APBD Perubahan yang mencapai sekitar Rp3,027 triliun, yang memunculkan berbagai pertanyaan dan perdebatan di ruang publik.
Media Sosial Menjadi Arena Pembentukan Ketokohan Politik
media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi arena utama pembentukan ketokohan politik. Dalam teori political branding yang dikemukakan Jennifer Lees-Marshment, citra seorang politikus dibentuk melalui proses komunikasi yang berlangsung secara terus-menerus, di mana persepsi publik menjadi faktor utama yang menentukan kekuatan elektoral seseorang.
Isu yang paling sering muncul dalam ruang publik akan cenderung dianggap sebagai isu yang paling penting oleh masyarakat. Semakin tinggi frekuensi penyebutan seorang tokoh dalam kaitannya dengan isu-isu strategis, semakin besar pula peluang tokoh tersebut memperoleh perhatian publik.
Dominasi penyebutan nama Vasko Ruseimy menunjukkan tingkat visibilitas politik yang lebih tinggi dibandingkan Fadly Amran. Keunggulan ini tidak hanya terlihat dari jumlah percakapan, tetapi juga dari dominasi sentimen positif yang menyertai pemberitaan maupun diskusi publik. Di sisi lain, tingginya sentimen negatif terhadap Fadly Amran memperlihatkan bahwa persepsi publik di media sosial masih banyak dipengaruhi oleh isu-isu pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang menjadi perhatian masyarakat.
SosioLens merupakan lembaga serta platform analitik media sosial berbasis NLP untuk memahami opini, sentimen hingga tren masyarakat secara cepat, akurat, dan mendalam dengan menggunakan analitik data realtime. Dalam mengumpulkan data SocioLens bekerja menggunakan metodologi NLP (Natural Languange Processing). SocioLens hadir di Sumatera Barat sebagai salah satu platform analitik yang siap hadir dalam mendukung kebijakan berbasis data, hingga menjadi sarana riset sosial yang cepat dan akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan
- 2Profil dan Biodata Suahasil Nazara, Sosok Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
- 3Perkuat Kompetensi Pendidik, BGTK Sumbar Gelar TOT Kesiapsiagaan Bencana dan Layanan Dukungan Psikososial
- 4Prediksi Skor Alaves vs Valencia di LaLiga 2026/2027: Duel Dua Tim dengan Nasib Berbeda
- 5Prediksi Skor Elche vs Real Madrid di LaLiga: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan
- 6Doa dari Ranah Minang, Insan Pers Sumbar Gelar Solidaritas untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
- 7Update Klasemen Liga 2: Semen Padang FC Tetap di Posisi Ketiga Usai Sanksi Pengurangan Poin
- 8Apple Watch, Galaxy Watch, Garmin atau Huawei: Pelajari Sebelum Dibeli
- 9Prediksi Skor Elche vs Real Madrid di LaLiga: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan



