Anjuran Menyegerakan Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha merupakan salah satu syiar besar dalam Islam. Ia tidak hanya menjadi momentum ibadah tahunan umat Islam, tetapi juga menjadi pembuka bagi pelaksanaan ibadah kurban. Karena itu, memperhatikan waktu pelaksanaannya merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah pada hari raya tersebut.
Secara fikih, waktu shalat Id dimulai sejak matahari terbit dan naik setinggi tombak, yakni sekitar 15 sampai 20 menit setelah waktu syuruq. Waktu ini berlangsung hingga menjelang matahari tergelincir ke arah barat atau sebelum masuk waktu Zuhur. Di wilayah Sumatera Barat, misalnya, pada masa sekarang waktu tersebut kurang lebih telah masuk sekitar pukul 06.30 WIB.
Dalam pelaksanaannya, para ulama membedakan antara anjuran waktu shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Shalat Idul Fitri dianjurkan untuk sedikit diakhirkan. Hikmahnya adalah agar kaum muslimin yang belum menunaikan zakat fitrah masih memiliki kesempatan untuk membayarnya sebelum shalat Id dilaksanakan.
Adapun shalat Idul Adha dianjurkan untuk disegerakan pada awal waktu. Tujuannya adalah agar kaum muslimin memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah salat dan khotbah selesai. Anjuran ini merupakan pendapat yang dipegang dalam Mazhab Syafi’i dan juga menjadi pandangan mayoritas ulama.
Di sejumlah negara, seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, jadwal pelaksanaan shalat Id biasanya ditetapkan secara resmi oleh kementerian yang mengurusi wakaf dan urusan Islam. Jadwal tersebut diumumkan secara luas kepada masyarakat jauh-jauh hari. Tujuannya agar umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik dan melaksanakan shalat Id tepat waktu.
Dalam praktik masyarakat kita, masih sering dijumpai pelaksanaan shalat Id yang dimulai terlalu lambat. Ada masjid atau lapangan yang baru memulai shalat setelah pukul 08.00 WIB.
Akibatnya, ketika khutbah berlangsung, matahari sudah mulai tinggi, cuaca terasa panas, dan jamaah mulai gelisah. Padahal khutbah Id merupakan momen penting untuk menyampaikan nasihat keagamaan kepada masyarakat luas, termasuk kepada mereka yang mungkin jarang hadir dalam majelis ilmu atau kegiatan masjid.
Hal lain yang juga perlu dievaluasi adalah kebiasaan memperpanjang pengumpulan infak sebelum shalat Id. Tidak jarang infak diedarkan berkali-kali sehingga pelaksanaan shalat tertunda.
Padahal, khusus untuk Idul Fitri, kesempatan terbaik untuk memaksimalkan sedekah dan infak sesungguhnya berada pada hari-hari terakhir Ramadan. Sementara itu, tanggal 1 Syawal tidak memiliki keutamaan khusus dalam hal infak dibanding hari-hari lainnya.
Baca Juga: Tarekat Syattariah Sumatera Barat dan Tradisi Unik Sambut Idul Adha
Karena itu, sudah semestinya pelaksanaan shalat Idul Adha lebih diperhatikan waktunya. Pengurus masjid, panitia hari besar Islam, dan masyarakat perlu bersepakat untuk memulai shalat lebih awal.
Idealnya, shalat Idul Adha dilaksanakan tidak terlalu jauh dari waktu awal. Paling lambat sekitar pukul 07.30 WIB, shalat seharusnya sudah dimulai.
Khutbah Id juga sebaiknya disampaikan secara padat, jelas, dan tidak terlalu panjang. Isi khotbah hendaknya menyentuh kebutuhan umat, menguatkan ketakwaan, serta mengingatkan makna kurban, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Dengan demikian, jamaah dapat mengikuti khotbah dengan khusyuk dan setelah itu panitia kurban dapat segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan tertib.
Menyegerakan shalat Idul Adha bukan sekadar persoalan teknis waktu. Ia mencerminkan pemahaman terhadap tuntunan agama, penghargaan terhadap kenyamanan jamaah, serta perhatian terhadap kelancaran ibadah kurban.
Semakin baik pengaturan waktu shalat Id, semakin besar pula peluang bagi masyarakat untuk merasakan suasana hari raya yang tertib, khusyuk, dan penuh berkah.
Wallahu a‘lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan
- 2Profil dan Biodata Suahasil Nazara, Sosok Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
- 3Perkuat Kompetensi Pendidik, BGTK Sumbar Gelar TOT Kesiapsiagaan Bencana dan Layanan Dukungan Psikososial
- 4Prediksi Skor Alaves vs Valencia di LaLiga 2026/2027: Duel Dua Tim dengan Nasib Berbeda
- 5Prediksi Skor Elche vs Real Madrid di LaLiga: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan
- 6Doa dari Ranah Minang, Insan Pers Sumbar Gelar Solidaritas untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
- 7Update Klasemen Liga 2: Semen Padang FC Tetap di Posisi Ketiga Usai Sanksi Pengurangan Poin
- 8Apple Watch, Galaxy Watch, Garmin atau Huawei: Pelajari Sebelum Dibeli
- 9Prediksi Skor Elche vs Real Madrid di LaLiga: Head to Head, Susunan Pemain, dan Kunci Pertandingan



