Sumbar

Dibayangi Ancaman Megathrust Sumatera , Zigo Yolanda Desak Perbaikan Alat Peringatan Tsunami Di Sumbar

Khafifah Fathiniah | 21 Mei 2026, 09:06 WIB
Dibayangi Ancaman Megathrust Sumatera , Zigo Yolanda Desak Perbaikan Alat Peringatan Tsunami Di Sumbar
Zigo Rolanda Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Sumbar.akurat.co - Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, mendesak perbaikan sistem peringatan Tsunami di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam  Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas), terkait evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2026 pada Selasa, (19/5) di Jakarta, Daerah Sumatera Barat muncul sebagai suatu daerah yang butuh perhatian serius.

Politisi asal Sumatera Barat tersebut menyampaikan kekhawatirannya akan Provinsi Sumatera Barat, dimana Sumatera Barat berada dalam ancaman patahan aktif, mulai dari keberadaan Patahan Sumani, Sianok, hingga Siulak. Sementara, saat ini dilaporkan banyak alat deteksi gempa dan tsunami yang tidak lagi berfungsi optimal.

Baca Juga: Baru Saja Kena Musibah, Vasco Ruseimy Langsung Tancap Gas Perjuangkan Pembangunan Sumbar

Selain persoalan mitigasi, Zigo juga mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk segera menuntaskan sembilan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024 yang hingga kini belum terselesaikan.

Ia menuntut transparansi penuh dari BMKG terkait kendala administratif yang menghambat penyelesaian temuan tersebut.

Kami meminta penjelasan konkret mengenai kendala dan persoalan yang menghambat penyelesaiannya,” ujar Zigo dalam rapat tersebut.

Persoalan lainnya yang menjadi sorotan Zigo Rolanda yakni mengenai ketersediaan jaringan komunikasi di Sumbar. Masih Banyaknya daerah yang menjadi titik blank Spot, terutama di kepulauan Mentawai.

Menurutnya  kebutuhan alat komunikasi sangat penting untuk kondisi darurat dalam mendukung penanganan bencana. Saat ini terdapat 137 titik blank spot disumbar, dengan jumlah terbanyak terletak di kawasan Mentawai.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.